Memilih Kambing Aqiqah Sesuai Syari’at featured image

Memilih Kambing Aqiqah Sesuai Syari’at

Apakah Anda sedang mencari artikel mengenai kambing Aqiqah dan syarat-syaratnya? Atau mungkin Anda sedang mencari pertanyaan umum seputar topik tersebut? Di artikel ini kami mencoba membahas topik tersebut dengan pembahasan yang komprehensif, disusun secara rapih dan sistematis menggunakan daftar isi, lengkap dengan pertanyaan seputar topik tersebut yang disertai dengan kesimpulan, dan juga disampaikan dalam bentuk infografis yang bisa Anda download secara GRATIS!

bagaimana cara memilih hewan aqiqah sesuai dengan syari’at?

1. Hewan yang digunakan adalah hewan ternak, bisa berupa domba atau kambing

2. Hewan harus sehat jasmaninya, tidak boleh cacat

Bebas cacat yang dimaksud sebagai syarat hewan aqiqah tersebut sama seperti syarat hewan kurban. Nabi ﷺ menjelaskan cacat yang dapat membuat hewan qurban dan juga hewan aqiqah tidak sah :

وَعَنِ اَلْبَرَاءِ بنِ عَازِبٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَامَ فِينَا رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ: – “أَرْبَعٌ لَا تَجُوزُ فِي اَلضَّحَايَا: اَلْعَوْرَاءُ اَلْبَيِّنُ عَوَرُهَا, وَالْمَرِيضَةُ اَلْبَيِّنُ مَرَضُهَا, وَالْعَرْجَاءُ اَلْبَيِّنُ ظَلْعُهَا وَالْكَسِيرَةُ اَلَّتِي لَا تُنْقِي” – رَوَاهُ اَلْخَمْسَة ُ . وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَابْنُ حِبَّان َ

Dari Al Barra’ bin ‘Azib Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, Rasulullah ﷺ pernah berdiri di tengah-tengah kami dan berkata :

“Ada empat cacat yang tidak dibolehkan pada hewan kurban :

  1. Buta sebelah dan jelas sekali butanya
  2. Sakit dan tampak jelas sakitnya
  3. Pincang dan tampak jelas pincangnya
  4. Sangat kurus sampai-sampai tidak punya sumsum tulang”

Hadits tersebut diriwayatkan oleh yang lima (empat penulis kitab sunan ditambah dengan Imam Ahmad). Dishahihkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Hibban.

3. Boleh menggunakan kambing betina atau jantan

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُمْ عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka aqiqah untuk anak laki-laki dua kambing, dan anak perempuan satu kambing“. [HR At Tirmidzi dan Ibnu Majah].

Ketentuan kambingnya disini tidak dijelaskan jenisnya, harus jantan atau boleh juga betina. Namun para ulama menyatakan, bahwa kambing aqiqah sama dengan kambing kurban dalam usia, jenis dan bebas dari aib dan cacat. Akan tetapi mereka tidak merinci tentang disyaratkan jantan atau betina.

Oleh karena itu, kata syah (شَاةٌ ) dalam hadits di atas, menurut bahasa Arab dan istilah syari’at mencakup kambing atau domba, baik jantan maupun betina. Tidak ada satu hadits atau atsar yang mensyaratkan jantan dalam hewan kurban. Pengertian syah (شَاةٌ) dikembalikan kepada pengertian syariat dan bahasa Arab.

Catatan : Tidak ada ketentuan apakah harus menggunakan salah satu. Namun yang afdhal adalah kambing atau domba jantan karena lebih gemuk.

4. Usia Hewan Aqiqah

“لَا تَذْبَحُوا إِلَّا مُسِنَّةً, إِلَّا أَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ فَتَذْبَحُوا جَذَعَةً مِنَ اَلضَّأْنِ”

Kalian menyembelih kecuali “musinnah”, kecuali jika hal tersebut sulit bagi kalian maka sembelihlah “jadza’ah” dari domba (HR. Muslim No. 1963)

Kriteria umur tersebut menurut keterangan para ulama berlaku bagi hewan qurban dan aqiqah.

Syarat umur kambing untuk Aqiqah berbeda dengan umur domba, Umur kambing untuk Aqiqah sesuai sunnah adalah minimal 1 tahun, dan syarat umur domba Aqiqah minimal 6 bulan. Dari situ maka perlu kita perhatikan lagi jika ingin Aqiqah apa jenis hewannya karena terdapat perbedaan ketentuan umur pada kambing dan domba.

B. Berapa jumlah hewan aqiqah yang harus disembelih ?

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Nasa’I dan Ahmad, jumlah hewan yang harus disembelih adalah 2 ekor kambing bagi anak laki-laki, dan 1 ekor kambing bagi anak perempuan.

“Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing” (Hadits Riwayat Abu Dawud, Nasa’I dan Ahmad)

Juga haditsnya dari Ummul Mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَمَرَهُمْ عَنِ الْغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ   

“Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka, untuk anak laki-laki akikah dengan dua ekor kambing dan anak perempuan dengan satu ekor kambing.” (HR. Tirmidzi no. 1513. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dua hadits di atas dengan jelas membedakan antara akikah anak laki-laki dan anak perempuan. Anak laki-laki dengan dua ekor kambing, sedangkan anak perempuan dengan satu ekor kambing.

C. Bolehkah aqiqah anak laki-laki dengan satu kambing ?

Apabila seseorang mampu untuk beraqiqah dengan dua ekor kambing, maka ia harus beraqiqah dengan dua ekor kambing. Namun apabila tidak mampu maka diperbolehkan dengan satu ekor kambing. dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَقَّ عَنِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ كَبْشًا كَبْشًا   

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengakikahi Al Hasan dan Al Husain, masing-masing satu ekor gibas (domba).” (HR. Abu Daud no. 2841. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Akan tetapi riwayat yang menyatakan dengan dua kambing, itu yang lebih shahih)

Catatan hadits : Aqiqah anak laki-laki dengan satu ekor kambing hanya bagi yang tidak mampu.